Kamis, 22 September 2011

Pembelajaran yang mahal

Niat untuk ternak merpati hias sudah lama di pikiran, tapi untuk mewujudkan itu perlu modal yang tidak sedikit. Sedikit demi sedikit kukumpulkan rupiah , akhirnya setelah lumayan kucari-cari merpati hias yang agak murah. Ternyata sulit juga mencari di sekitar jogja, di PASTI dongkelan sangat sedikit jenisnya kalaupun ada sangat mahal harganya. Akhirnya jalan-jalan ke kota Solo ternyata di sana sangat banyak jenisnya seperti : mopen, gondok, wina, kipas, keriting, king, satinette, dll. Sungguh komplet ragam jenisnya, tapi karena cekak dompetku kupilih yang harganya murah. Akhirnya kudapat merpati kipas gambir, piyikan kipas hitam , dan sepasang lahore hitam . Sudah kubayangkan merpati tersebut akan beranak pinak dengan cepat ternyata anganku yang didukung teori hasil surfing internet meleset. Menurut teori sangat gampang ternyata penerapannya sulit, si lahore jantan hitam kena penyakit akhirnya mati yang betina hilang entah kemana. si kipas hitam juga kena penyakit akhirnya wassalam.Pusing deh.......... tapi untungnya si kipas gambir sehat dan akhirnya bertelur. Walaupun sampai kini sudah netas 4 kali tapi belum ada yang hidup sampai besar. Tapi ndak apa-apa kan ada pepatah berakit-rakit dahulu berenang kemudian. Insya Allah sambil belajar dari pengalaman akan sukses....... Amiiin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar